Pada Senin, 4 Mei, Gedung Putih mengalami situasi darurat yang memaksa pihak berwenang untuk melakukan lockdown. Kejadian ini terjadi setelah seorang petugas Secret Service terlibat baku tembak dengan seorang pria bersenjata di National Mall, dekat Monumen Washington. Menurut laporan dari USA Today, seorang anak di bawah umur juga terkena peluru dalam insiden tersebut.
Peristiwa penembakan ini mengharuskan Secret Service untuk segera memindahkan wartawan yang berada di halaman utara Gedung Putih ke ruang konferensi pers sekitar pukul 15.41 ET atau 02.41 WIB. Meski situasi mencekam ini terjadi, Presiden Donald Trump tetap melanjutkan agendanya di Ruang Timur Gedung Putih, memberikan pidato kepada pemilik usaha kecil tanpa menyebutkan insiden itu.
Baku tembak tersebut berlangsung di dekat Jalan ke-15 dan Independence Avenue, yang berjarak beberapa blok dari Gedung Putih. Wakil Direktur Secret Service, Matt Quinn, menjelaskan bahwa petugas berpakaian preman yang bertugas di area sekitar Gedung Putih berhasil mengidentifikasi seorang individu mencurigakan yang diduga membawa senjata api pada pukul 15.30 ET.
Ketika petugas Secret Service berseragam mencoba menghentikan tersangka, pria tersebut justru berusaha melarikan diri sambil melepaskan tembakan ke arah para agen. Sebagai respons, petugas Secret Service membalas tembakan tersebut. Akibatnya, tersangka terjatuh terkena tembakan, dan seorang remaja yang menjadi saksi mata juga terkena peluru yang ditembakkan oleh tersangka, bukan oleh petugas. Saat ini, kondisi remaja tersebut sedang dirawat dan dilaporkan tidak dalam keadaan kritis.
Quinn menegaskan bahwa semua bukti menunjukkan bahwa remaja tersebut adalah korban tembakan tersangka. Namun, identitas tersangka masih belum diketahui, dan tidak ada korban lain di dalam Gedung Putih.
Lockdown Gedung Putih terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan setelah insiden penembakan pada acara makan malam Asosiasi Koresponden Pers Gedung Putih pada 24 April lalu, di mana seorang pria bersenjata berhasil melewati detektor logam dengan membawa senjata dan pisau di Washington Hilton. Dalam peristiwa itu, seorang agen Secret Service terluka, tetapi tidak parah. Tersangka, Cole Tomas Allen, berusia 31 tahun, kemudian didakwa dengan pelanggaran senjata api dan percobaan pembunuhan terhadap presiden.
Dalam pidatonya di acara bisnis kecil, Trump memuji keamanan Washington yang telah meningkat berkat langkah-langkah agresif pemerintahannya, termasuk pengerahan Garda Nasional. Ia menyatakan, “Washington, DC, yang sangat tidak aman setahun yang lalu, kini menjadi salah satu kota teraman di Amerika Serikat.”
Investigasi oleh Dinas Rahasia masih berlangsung dan Quinn menolak untuk berspekulasi apakah tersangka menargetkan presiden. “Apakah itu ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tetapi kita akan mengetahuinya,” ungkapnya.
Menariknya, tepat sebelum insiden penembakan terjadi, iring-iringan kendaraan Wakil Presiden JD Vance melewati lokasi kejadian. Quinn menambahkan bahwa tidak ada indikasi bahwa tersangka memiliki niatan untuk menargetkan iring-iringan tersebut.
