Program Kampung Internet membantu UMKM Setanggor meningkat hingga Rp20 juta per hari.Kampung Internet Dorong UMKM Setanggor Cuan Rp20 Juta/Hari

Program Kampung Internet yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membawa perubahan signifikan bagi 66 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Setanggor, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum adanya akses internet yang memadai, para pelaku UMKM di desa ini kesulitan untuk mempromosikan produk dan memperluas pasar mereka.

Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, menjelaskan bahwa sebelumnya mereka melakukan promosi secara manual dan menghadapi banyak tantangan dalam menjangkau pelanggan. “Sebelum adanya jaringan internet, kami hanya bisa mengandalkan kegiatan wisata yang dipromosikan secara langsung. Namun, sejak program Kampung Internet hadir delapan bulan lalu, kami memiliki 66 titik akses internet gratis yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM,” ungkap Kamarudin pada hari Rabu (22/4).

Transformasi Digital untuk UMKM

Dengan akses internet, para pelaku UMKM di Desa Setanggor kini dapat menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Mereka juga telah beralih ke sistem pembayaran digital seperti QRIS, yang meningkatkan efisiensi transaksi.

Salah satu pelaku UMKM, Isnawati Kamariah, menyatakan bahwa kehadiran internet gratis sangat membantu usahanya dalam menjual sembako dan buah-buahan. “Sejak adanya Program Kampung Internet, saya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk promosi. Penjualan saya meningkat karena lebih banyak orang yang mengetahui produk saya,” jelas Isnawati.

Sebelum adanya program ini, Isnawati mengaku harus mengeluarkan sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu setiap bulan untuk membeli paket data internet. Kini, omzet usahanya mencapai hingga Rp20 juta per hari, terutama saat bulan Ramadan dan lebaran. “Produk yang paling laris adalah bumbu dapur dan buah-buahan,” tambahnya.

Dampak Positif untuk Pendidikan

Tidak hanya sektor ekonomi, program Kampung Internet juga berdampak positif pada pendidikan di Desa Setanggor. Nurait, seorang guru di SMPN 4 Praya Barat, menjelaskan bahwa tambahan jaringan internet sangat membantu dalam kegiatan belajar, termasuk saat pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA). “Sebelumnya, sekolah kami hanya memiliki satu jaringan Wi-Fi, tetapi dengan adanya program ini, semua berjalan lancar,” kata Nurait.

Internet digunakan oleh para guru untuk mengakses modul pembelajaran dan bahan ajar lainnya. Meskipun penggunaan ponsel dilarang di sekolah, para guru tetap memanfaatkan internet untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

Kesimpulan

Program Kampung Internet dari Komdigi tidak hanya memberikan akses internet, tetapi juga memberdayakan UMKM dan mendukung pendidikan di Desa Setanggor. Dengan peningkatan penjualan dan akses informasi yang lebih baik, diharapkan program ini dapat diadaptasi di desa-desa lain di Indonesia. Transformasi digital ini adalah langkah penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menciptakan peluang usaha baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *