Presiden Subianto menekankan komitmennya untuk menjaga dalam (MBG) dan memastikan keberhasilan program tersebut. Dalam sambutannya di acara ‘Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition’ yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, pada Rabu (3/6), Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir penyimpangan atau penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaan program ini.

Di hadapan ribuan peserta, termasuk Sarjana Penggerak Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, Prabowo mengungkapkan bahwa langkah pergantian sejumlah pejabat terkait program MBG diambil demi menjaga integritas. Ia menegaskan, “Saya tidak mau uang rakyat dicuri, dan tidak ada pengecualian untuk itu,” sebuah pernyataan yang menunjukkan ketegasan pemerintah dalam menangani kasus-kasus korupsi.

Prabowo menjelaskan bahwa keputusan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah hal yang mudah, karena melibatkan individu yang sebelumnya telah diberi amanah untuk menjalankan program tersebut. “Waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, saya kasih bintang, saya kasih pangkat,” ujarnya, menekankan betapa sulitnya mengambil keputusan tersebut.

Keputusan untuk mengganti pejabat diambil setelah Prabowo menerima laporan mengenai berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, termasuk kejanggalan dan indikasi penyimpangan yang perlu segera ditindaklanjuti. Ia menekankan bahwa kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan organisasi, khususnya dalam program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi jika pemimpin tidak kompeten atau tidak jujur,” lanjut Prabowo. Dia juga mengingat pesan almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkan agar setiap kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menggarisbawahi pentingnya peran SPPI sebagai garda terdepan dalam keberhasilan Program MBG. Ia menyatakan bahwa para lulusan SPPI telah dipersiapkan untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai pengabdian dan integritas.

Presiden menegaskan, negara akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. Ia juga berjanji untuk memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum demi memastikan program berjalan sesuai tujuan. Prabowo meminta seluruh kepala dapur dan SPPI untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan menghindari praktik-praktik yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

“Kalau kalian tidak sungguh-sungguh, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Program MBG bukan sekadar tentang penyediaan makanan bergizi bagi jutaan anak di Indonesia, melainkan juga tentang membangun tata kelola yang bersih dan akuntabel.

Dalam perkembangan sebelumnya, pada Selasa (2/6), Prabowo melakukan pergantian kepala BGN dari Dadan Hindayana ke Nanik S Deyang, dan sehari setelahnya, Kejaksaan Agung menahan Dadan H. Ini menunjukkan tindakan nyata pemerintah dalam menjaga integritas dan transparansi dalam program yang sangat penting bagi masa depan generasi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *