Bumi Resources laba kuartal I 2026Laba Bumi Resources Meningkat 35% Menjadi Rp 418 M di Kuartal I

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten pertambangan yang berada di bawah Grup Bakrie-Salim, melaporkan pencapaian laba bersih sebesar US$ 24,14 juta atau setara dengan Rp 418,60 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 35,15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana laba bersih tercatat sebesar US$ 17,86 juta atau Rp 309,84 miliar.

Peningkatan Pendapatan dan Laba

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, Bumi Resources mengalami kenaikan pendapatan hingga 19,75%, dari US$ 348,77 juta (Rp 6,04 triliun) pada kuartal I 2025 menjadi US$ 417,65 juta (Rp 7,24 triliun) pada kuartal I 2026. Meski demikian, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 12,5% year-on-year (yoy), dari US$ 297,5 juta menjadi US$ 334,8 juta.

Laba bruto perusahaan tercatat melonjak hingga 61,6% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai US$ 82,8 juta, naik dari US$ 51,2 juta. Sementara itu, beban usaha meningkat 44,8% dari US$ 23,3 juta menjadi US$ 33,8 juta. Dengan demikian, laba usaha juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 75,8%, menjadi US$ 49,1 juta dari sebelumnya US$ 27,9 juta. Margin usaha perusahaan pun meningkat dari 8% menjadi 11,7%.

Peningkatan Produksi dan Penjualan

Ricco Surya, Kepala Komunikasi Perusahaan BUMI, mengungkapkan bahwa volume produksi dan penjualan perusahaan menunjukkan tren positif. Produksi batu bara BUMI naik 12% secara tahunan, mencapai 19,2 juta ton, sementara penjualan meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton. Ricco juga menambahkan bahwa perbaikan strip ratio dari 8,4x menjadi 7,7x mencerminkan peningkatan efisiensi dalam perencanaan tambang serta operasional yang lebih disiplin.

Walaupun volume pengupasan tanah penutup (overburden) hanya meningkat 3% secara tahunan, hal ini turut membantu dalam menekan biaya penambangan per ton. Di sisi lain, persediaan batu bara BUMI juga mengalami penurunan menjadi 2,0 juta ton dari sebelumnya 2,4 juta ton, yang disebabkan oleh tingginya tingkat penjualan yang didukung oleh peningkatan produksi.

Proyeksi dan Strategi Masa Depan

Bumi Resources telah menetapkan target volume penjualan untuk tahun 2026 dalam kisaran 76–78 juta ton. Rencananya, harga rata-rata batu bara diproyeksikan berada dalam rentang US$ 60 hingga US$ 62 per ton, dengan biaya tunai produksi diperkirakan sekitar US$ 43–US$ 44 per ton.

“Kami akan terus berfokus pada keberlanjutan perbaikan operasional yang telah dicapai pada kuartal pertama, menjaga disiplin dalam alokasi modal, serta memajukan strategi diversifikasi untuk membangun ketahanan terhadap siklus komoditas,” ujar Ricco dalam keterangannya pada Kamis, 30 April 2026.

Dampak bagi Pasar dan Industri

Pencapaian laba yang signifikan ini menunjukkan kekuatan Bumi Resources dalam menghadapi tantangan industri pertambangan, terutama dalam konteks harga komoditas yang fluktuatif. Kenaikan produksi dan penjualan juga memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku pasar, yang dapat berpengaruh pada stabilitas harga saham BUMI di bursa. Menyusul pencapaian ini, investor diharapkan untuk memperhatikan perkembangan strategis yang diambil oleh perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan di sektor pertambangan.

Kesimpulan

Dengan laba yang meningkat pesat dan strategi yang jelas untuk masa depan, Bumi Resources tampaknya berada di jalur yang tepat untuk memperkuat posisinya di industri pertambangan. Kinerja keuangan yang solid di kuartal pertama ini memberikan harapan bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *