Kroasia, tim yang dikenal mampu tampil mengejutkan di pentas internasional, tiba di Dallas dengan harapan besar untuk menantang Inggris. Namun, fakta pahit harus diterima ketika mereka kembali menderita kekalahan di laga pembuka Piala Dunia 2026 dengan skor 4-2.
Dalam sejarahnya, Kroasia memiliki catatan mengagumkan dengan dua kali tampil di podium Piala Dunia berturut-turut, ditambah dengan pengalaman pelatih yang mampu mengalahkan tim-tim besar seperti Brasil dan Prancis. Keberadaan Luka Modric, yang kini berusia 40 tahun dan menjalani Piala Dunia kelimanya, semestinya menjadi harapan bagi tim ini. Namun, rekor buruk di laga pembuka kembali terulang.
Dengan kekalahan ini, Kroasia kini memiliki catatan buruk di empat dari enam Piala Dunia terakhir, yakni 2002, 2006, 2014, dan 2026, dengan hanya satu kemenangan melawan Nigeria pada 2018 dan satu hasil imbang melawan Maroko pada 2022. Angka ini cukup mencengangkan mengingat Kroasia bukanlah tim underdog — mereka berada di peringkat ke-11 dunia versi FIFA.
Di pertandingan melawan Inggris, Kroasia menunjukkan permainan agresif sejak awal. Namun, kesalahan individu dari para pemain berpengalaman mereka menjadi titik lemah yang dimanfaatkan lawan. Dalam satu babak pertama yang dramatis, kedua tim saling membalas gol, menjadikan pertandingan ini salah satu yang paling menarik dalam sejarah Piala Dunia.
Gol penyama kedudukan pertama Kroasia terjadi berkat kerja sama apik antara Luka Vuskovic dan Petar Sucic, yang diakhiri dengan penyelesaian yang sempurna oleh Martin Baturina. Gol kedua juga tercipta dengan baik, ketika Mario Pasalic memberikan umpan cerdas kepada Ivan Perisic, yang kemudian disundul oleh Petar Musa.
Namun, kesalahan fatal terjadi ketika Modric melakukan pelanggaran yang berujung pada penalti bagi Inggris. Walaupun Dominik Livakovic berhasil menahan tendangan pertama, penalti kedua yang dieksekusi Harry Kane tidak bisa dihentikan. Kane kembali mencetak gol dari sudut yang tidak terjaga, memanfaatkan kelengahan pertahanan Kroasia.
Pada babak kedua, Jude Bellingham menambah gol untuk Inggris, membuat Kroasia tertekan dan kehilangan momentum. Pelatih Zlatko Dalic mengakui bahwa timnya tampil buruk pada sepuluh menit setelah gol ketiga Inggris. Dalam masa sulit itu, Modric ditarik keluar, menandai kurangnya pengaruhnya dalam pertandingan ini.
Kekalahan ini menambah panjang daftar hasil buruk Kroasia di laga pembuka Piala Dunia, sebuah kebiasaan yang tampaknya sulit untuk dihilangkan. Bagi tim yang memiliki potensi besar, tantangan untuk mengatasi tekanan di awal turnamen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.